Selasa, 07 Juli 2015

Jamur Merang usaha yang cemerlang!!!




Budidaya Jamur Merang di Indonesia telah ada sejak tahun 1995 dan dimulai sebelum abad ke 18 di Cina. Kini Jamur Merang (Volvariella Volvaceae ) menjadi sangat populer dikalangan masyarakat beberapa tahun terakhir, Pamornya terus melesat seiring dengan banyaknya petani Jamur Merang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia untuk Membudidayakan Jamur Merang dan memenuhi kebutuhan konsumen yang selalu meningkat. 

Selain citarasanya yang enak dan memikat, Jamur merang mengandung banyak protein yang melebihi kandungan protein dari berbagai sayuran hijau organik lainnya. Banyak masayarakat yang meyakini akan Khasiat Jamur Merang  yang sering digunakan sebagai alternatif makanan yang dapat melangsingkan tubuh karena kandungan kalori dan kolesterolnya yang tinggi. Jamur merang juga sangat direkomendasikan untuk para vegetarian sebagai makanan pengganti daging dan sedang digalakan sebagai sayuran organik masa depan.

Kebutuhan akan jamur merang segar yang semakin meningkat ditengah-tengah masyarakat membuat mereka terus melebarkan sayap dalam membudidayakannya. Peluang dan profit yang diciptakan oleh kebutuhan akan jamur merang membuat sebagian besar orang Indonesia beralih kepada pembudidayaan jamur tersebut. Seperti halnya yang dilakukan oleh dosen ITB, Bapak Misa Suwarsa yang meninggalkan profesi Dosennya demi mencapai cita-citanya membuat Bibit Jamur Merang sendiri dan membudidayakannya sehingga kini beliau menjadi Petani Jamur Merang omset milyaran!!! siapa yang tak kenal dengan beliau, penghasilannya sebagai petani Jamur Merang malah jauh melebihi gajinya sebagai seorang dosen.

Oleh sebab itu, banyak yang mulai mengikuti langkah beliau dan beralih menginvestasikan diri MembudidayakanJamur Merang sebagai usaha utama maupun sampingan karena faktanya Membudidayakan jamur Merang bisa dilakukan oleh siapa saja, menngunakan media yang mudah didapat dan mudah dipasarkan. Tak terkecuali oleh anda yang juga ingin mencoba membuka peluang usaha tersebut dirumah. Ilmu pembudidayaan jamur merang dapat ditemukan dengan mengikuti pelatihan budidaya jamur merang, membaca buku atau artikel yang tersebar luas di internet, bahkan dapat terjun langsung menemui para petani jamur merang yang telah dulu berjalan untuk berkonsultasi. 

Pembudidayaan jamur merang memiliki Teknik Perawatan yang berbeda ditiap daerahnya karena faktor utama yang sangat mempengaruhi produksi jamur merang adalah cuaca. Beruntungnya, Indonesia merupakan salah satu tempat dimana banyak jenis dari jamur konsumsi tumbuh. Seperti jamur merang, jamur tiram, jamur kuping, dan jamur lingzi. Para petani mengunakan media yang berbeda-beda dalam membudidayakan jamur merang, tergantung kemudahan akses mendapat media tersebut. Itulah salah satu keunggulan jamur merang yang dapat tumbuh diberbagai media. Di Indonesia sendiri, ada Budidaya Jamur merang media limbahsawit (tangkos), budidaya jamur merang media kardus, dan budidaya jamur merang media jerami padi.

Jadi, apakah anda juga berminat untuk mencoba membuka peluang usaha dari Budidaya Jamur Merang dirumah??? Jangan lupa memilih bibit jamur merang yang bagus dan berkualitas disini.


Jumat, 03 Juli 2015

SATE JAMUR MERANG



Apa yang terbayang dalam pikiran anda jika mendengar kata SATE??? Bagi anda yang memiliki penyakit hipertensi,  SATE menjadi makanan yang begitu menakutkan dan wajib hukumnya untuk tidak disentuh lagi. Padahal sejatinya anda sangat menggemari makanan khas Indonesia yang biasanya berbahan dasar daging ayam atau daging kambing ini.
Tak perlu khawatir lagi, semakin berkembangnya tingkat kreativitas dalam dunia kuliner Indonesia dan menjamurnya berbagai jenis bahan makanan baru membuat para konsumen tidak perlu takut lagi mengonsumsi makanan yang disenangi nya. Banyak sekali alternatif pilihan ataupun varian masakan yang dapat mengganti jenis daging ataupun sayuran lainnya. Salah satunya menu masakan SATE yang biasanya dibuat dari daging ayam dan kambing, kini dapat diganti dengan daging JAMUR MERANG ataupun JAMUR TIRAM. Jenis bahan baku makanan yang satu ini sangat rendah lemak dan aman untuk dikonsumsi. Kandungan vitamin dan zat besinya dapat membuat tubuh menjadi lebih fit. Sangat mudah ditemukan di pasaran karena maraknya masyarakat yang mulai mengembangkan Budidaya JamurMerang bahkan hampir disetiap daerah diseluruh Indonesia.
Pastikan jamur yang anda olah dalam keadaan bersih dan segar. Resep olahan ini dapat anda buat sendiri dirumah. Untuk aneka resep olahan jamur lainnya dapat and abaca disini.
Bahan:
Jamur Merang                   6,2 Kg
Minyak goring                   300 ml
Kecap                                    secukupnya
Margarine                           secukupnya
Bumbu halus:
Gula merah                        400gr
Bawang merah                  300gr
Bawang putih                    100gr
Daun jeruk                          20gr
Kemiri                                   200gr
Lengkuas                             200gr
Ketumbar                            20gr
Garam                                  50gr
Kaldu sapi bubuk              100gr
Bahan sambal kecap:
Cabae hijau                        20gr
Tomat                                   400gr
Kemangi                              100gr
Kecap manis                       300ml
Cara membuat:
1.       Potong-potong jamur  menjadi dua bagian.
2.       Kukus jamur selama 15-20 menit. Angkat dan dinginkan.
3.       Panaskan minyak goring dengan api sedang, tumis bumbu halus dan aduk hingga harum. Tambahkan potongan jamur, masak hingga bumbu meresap. Angkat lalu biarkan beberapa menit atau simpan didalam kulkas semalam.
4.       Siapkan tusuk sate lalu isi tiap batang dengan lima irisan jamur merang atau sesuai selera.
5.       Olesi sate dengan margarine dan kecap.
6.       Bakar diatas bara arang hingga harum dan matang.
7.       Sambal kecap: campurkan semua bahan yang telah dipotong kecil-kecil hingga merata.
8.       Sajikan dengan lontong atau nasi. Berikan sambal.

Mudah bukan??? Anda bisa buat sendiri dirumah dengan ukuran sesuai selera. resep dipersembahkan oleh: LINTANG AGRO FARM
keyword: resep, sate, jamur merang, lintang agro farm, lampung

Kamis, 02 Juli 2015

KIAT MENINGKATKAN PRODUKSI JAMUR MERANG daerah Normal




 Membudidayakan jamur merang baik dengan media tangkos (limbah sawit) ,dengan jerami padi, ataupun media kardus semuanya memiliki teknik perawatan yang sama untuk meningkatkan hasil produksi jamur merang.
Perwatan yang diberikan untuk jamur merang berbeda dengan teknik dasar merawat jamur tiram.  Jika jamur tiram memiliki perawatan yang lebih mudah dan santai, jamur merang malah sebaliknya, perawatan yang diberikan harus sangat khusus dan mahir. Hal ini dikarenakan jamur tiram lebih mudah tumbuh. Perbedaan tempat biasanya juga sangat mempengaruhi cara perawatannya. Budidaya jamur merang di daerah normal (tropis) lebih mudah dalam mengatur suhu dan kelembapan ruangan dibandingkan dengan budidaya jamur merang di daerah yang tingkat panasnya sangat tinggi ataupun sangat rendah seperti di daerah Kalimantan dan pegunungan.
Perawatan yang intensif amatlah penting demi menjaga kualitas produksi selayaknya merawat tumbuhan hijau organic lainnya. Oleh karena itu para petani jamur perlu menjaga dan mengerti kiat meningkatkan produksi jamur merang.
Berikut beberapa hal yang sangat penting untuk diperhatikan demi tercapainya produksi maksimum pada jamur merang hingga 30-35 % berat basah media adalah :

    A. Suhu
Kumbung harus diusahakan bersuhu tidak lebih dari 38o C atau kurang dari 30o C yakni antara 32-38o C. Mengapa? Karena pada suhu dibawah 30o C akan mengakibatkan bentuk tubuh jamur yang tak sempurna karena proses tumbuhnya yang cepat. Batang jamur akan memanjang dan kurus,serta  payung akan lebih cepat terbuka. Apabila suhu berada diatas 38o C tubuh jamur akan tumbuh kerdil dan payungnya keras. Bahkan gulma Coprinus akan tumbuh subur jika  suhu mencapai 40o C.
Lalu bagaimana cara mengatasi kelebihan suhu pada kumbung??? Yang bisa anda lakukan adalah membuat aerisasi yang baik dengan membuka jendela kumbung depan dan belakang untuk beberapa saat.


B. Kelembapan udara
Pertumbuhan jamur yang optimum adalah pada kelembapan 65% untuk miselium dan 80-85% untuk tubuh buah. Bagaimana jika kelembapan udara (relatif humidity/Rh) terlalu tinggi dan terlalu rendah??
Jamur merang akan mudah busuk, berwarna kecoklatan, cepat layu dan basah saat kelembapan udara antara 95-100%. Sebaliknya, kelembapan rendah dibawah 80% akan membuat jamur tumbuh dibawah media merang, kecil bertangkai panjang dan payung jamur mudah terbuka.

 C. Oksigen
Oksigen (O2) tidak hanya dibutuhkan oleh manusia saja, jamur yang bersifat saprofit pun juga memerlukan nya untuk tumbuh kembang yang baik., Oksigen sangat dibutuhkan pada saat stadia pembentukan tubuh terbentuk dengan aerisasi (aliran Udara) sedangkan saat miselium berkembang, kebutuhan akan oksigen hanya sedikit.
Usahakan kumbung jamur terpenuhi akan oksigen yang cukup, karena apabila oksigen dalam kumbung mengalami kekurangan akan menyebabkan payung menjadi kecil dan cenderung untuk mudah pecah, bentuk tubuh buahnya pun menjadi abnormal. kekurangan oksigen yang ekstrim dapat diketahui apabila seseorang yang masuk kedalam kumbung mengalami ketidaksadaran diri (pingsan) hanya beberapa menit saja berada didalam.
Suhu dan kelembapan udara dapat diatur kembali dengan membuka jendela kumbung selama 1- 2 jam.

D. Karbondioksida
Pengahambat pertumbuhan jamur merang biasanya karena adanya konsentrasi karbondioksida (CO2) dalam kumbung. Akumulasi karbondioksida sampai 5% menyebabkan jamur tidak pernah membentuk tubuh buah. Sementara itu, konsentrasi karbondioksida mendekati 1% menyebabkan tubuh buah akan memanjang (etiolasi) dan payungnya kecil.
Oleh karena itu, bukalah jendela kumbung hingga terjadi aliran udara untuk mengurangi konsentrasi karbondioksida, terutama pada stadia pemeliharaan. Namun, suhu dan kelembapan udaranya harus tetap dipertahankan optimum.

E.   Cahaya
Jamur merang sangat membutuhkan cahaya matahari tidak langsung untuk menginisiasi (memicu) pembentukan primordia atau tubuh buah yang kecil dan untuk menstimulasi pemancaran spora.
Umumnya spora cendawan atau jamur bersifat positif fotografik (tertarik cahaya) dan memancarkan sporanya ke arah cahaya. Ini berarti pemasukan cahaya hanya sedikit dan tidak lama (1-2 jam) pada 5-6 hari setelah peletakan bibit dan 2-3 hari setelah periode panen pertama.

F. Derajat keasaman
Miselium jamur atau cendawan dapat tumbuh pada kisaran derajat keasaman (pH) media 5,0 – 8,0. Untuk jamur merang, pH optimum media harus sekitar 6,8 – 7,0. Oleh karena itu, kompos jamur merang biasanya masam (pH dibawah 6) sehingga perlu diberi kapur agar pH-nya naik. Jika pH terlalu tinggi (lebih dari 7), tubuh buah jamur tidak berkembang baik. Dengan mengatur pH yang optimum untuk jamur merang sebenarnya sekaligus mengurangi pertumbuhan gulma jamur seperti Coprinus.

G. Sanitasi dan Higienis
Kumbung jamur yang tertutup tidak berarti selalu terhindar dari kontaminasi hama dan gulma sehingga setiap petani sangat dianjurkan untuk senantiasa menjaga kebersihan pada rumah jamur tersebut. Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan:
1)    Pintu dan jendela kumbung harus bisa ditutup rapat. Gunakan kasa nyamuk pada jendela agar udara yang masuk dan keluar dapat tersaring dengan baik
2)     Gunakan keset (foam) yang setiap pagi dibasahi Sdengan karbol 2% atau kloroks 2%.
3)    etelah membersihkan kumbungdari kotoran atau sisa merang/kapas/dedak sangat diperlukan untuk melakukan sterilisasi kumbung setiap hari. Sterilisasi dilakukan dengan penyemprotan larutan formalin, gunakan penutup hidung dan jangan masuk kedalam kumbung karena formalin sangat beracun dan mematikan. Bila tidak dapat menjaga kesehatan diri, sebaiknya jangan memakai formalin, tetapi kloroks 2%.
4)    Amati selalu ruang di dalam maupun disekitar kumbung agar terhindar dari lalat, tungau, dan tikus. Lalat dan tungau dapat membawa spora kontaminan. Ayam pun jangan sampai masuk kedalam kumbung.
5)    Selalu cuci tangan dan kaki, berpakaian bersih, serta perlakukan dengan kasih sayang selama pemeliharaan jamur. Artinya, jangan menyiram, membersihkan, atau memetik jamur dengan cara kasar.
6)    Hindari keluar masuk kumbung terlalu sering, apalagi pindah dari kumbung satu ke kumbung lain. hal ini akan mempercepat terjadinya pencemaran. Mulailah meLakukan pemeriksaan kumbung dari stadia jamur yang paling muda penanamannya.
7)    Buanglah kompos dan bibit yang sudah jatuh ketanah, jangan dikembalikan pada rak lagi.
8)    Segera lakukan pemetikan pada jamur yang payungnya sudah mulai berkembang  atau baru pecah agar terhindar dari pemencaran spora.
9)    Gunakanlah keranjang atau wadah yang bersih dan selalu dicuci agar terhindar dari kontaminasi hama.
10) Berikan perhatian yang intensif pada kebersihan kumbung saat menyiram, memanen, dan membersihkan gulma.

Demikianlah kiat meningkatkan produksi jamur merang yang dapat dipraktekkan untuk meningkatkan hasil produksi jamur merang anda. Tidak semua teori yang ada sama dengan apa yang terjadi di lapangan, karena akan ada banyak hal yang mempengaruhinya. Bisa jadi anda akan menemukan hal luar biasa dibandingkan dengan apa yang sudah terjadi sebelumnya.